Assalamualaikum

Sudah beberapa bulan blog ini belum diisi. Kini, saya coba untuk kembali saya isi. Kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya beberapa hari yang lalu dalam pekerjaan pemasangan titik ikat untuk pekerjaan survey seismik. Lokasi pekerjaan berada di 3 kecamatan di kabupaten Muba yakni Babat Toman, Sanga Desa dan Batanghari Leko. Titik ikat yang terpasang adalah 40 buah, untuk mengikat lintasan seismik sepanjang 600 km. Dengan area yang sebagian besar masih hutan, pekerjaan pemasangan dan pengukuran bm ini cukup menguras tenaga.
Saya datang ke lokasi pada tanggal 16 Juli 2008, setelah 6 bm belum terpasang dan pengukuran session belum dilakukan. Tugas saya menyelesaikan pemasangan bm sisa dan pengukuran sessin GPS. 6 Lokasi bm ini terletak di medan yang berat yakni di dalam hutan. Jalan yang masih tanah basah, menbuat mobil susah untuk bergerak.
Lokasi 2 pertama terletak di hutan talang gambir menuju desa talang bulian. Jalan masih tanah liat dengan beberapa tanjakan membuat mobil beberapa kali selip. Jarak 7 km dari arah jalan berbatu untuk menuju lokasi bm ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Melewati jembatan dengan hanya terdiri dari 2 kayu membuat perjalanan semakin “mengerikan”.Setelah melewati perjalanan yang panjang, akhir titik ini dapat diukur dengan sukses. Hanya roda “hiline” sedikit bunyi setelah dicek ternyata baut roda ada yang hancur. Hahaha…ini salah satu akibat dari medan yang tidak kalah dari medan offroad.

Dua lokasi selanjutnya berada di hutan Sungai Anggang Besar. Lokasi ini tak kalah hebatnya dari medan yang sebelumnya. Medan hampir mirip, yaitu tanah basah setelah hujan dan beberapa gundukan yang terjal. Perjalanan ini tak ayal seperti kita bermain arung jeram tetapi di darat. Sempat beberapa kali babi hutan terlihat di melintas di tengah perjalanan. Saya hampir takjub ketika ada seekor babi hutan berwarna coklat bersih dan ukuran sangat besar terlihat, karena baru kali ini saya melihatnya. Orang menyebutnya itu si “bule”. Dalam perjalanan ini juga saya melihat beberapa gelondong kayu besar, yang saya curiganya ini hasil ilegal logging. Setelah masuk ke dalam hutan lagi, saya cukup kaget ketika mendapat pohon2 sudah pada dipotong dan dibakar. Beda sekali dengan hutan bagian luar hutan yang masih banyak pohon. Dalam anggapan saya, tidak salah lagi ini merupakan kegiatan penebangan hutan, apakah itu legal atau ilegal. Tidak lama kemudian saya menjumpai beberapa truk yang mengangkut kayau-kayu besar tersebut. Saya mencoba menanyakan tentang status kayu-kayu tersebut. Mereka menjawab bahwa kayu ini milik penduduk dan akan dijual ke mill yang katanya milik seorang warna negara korea. Mereka menjelaskan kalau dijual ke mill itu, masalah perijinannya pasti beres jadi tidak perlu takut. hmmnnnn…..sedih juga sih melihat kondisi ini, tapi ya udah lah perjalanan masih panjang untuk memasang bm. Tengah hari kita berhasil memasang dan mengukur bm. Sore hari kita kembali bm, tapi dasar sial dompet salah satu kru terjatuh jadi kita harus mencoba mencari hingga pul 8 malam baru kita pulang setelah hasilnya nihil.




Dua bm terakhir adalah yang paling susah. Memang di dalam peta landsat yang saya buat, sedikit ada penampakan jalan untuk menuju lokasi BM itu. Data Landsat yang didapat sekitar tahun 2000, membuat saya yakin kalau jalan tersebut masih ada. Setelah malam sebelumnya direncanakan dengan matang, pagi harinya kita berangkat untuk ke lokasi tersebut. Pukul 9 pagi kita sudah sampai di pintu hutan. Kita mencoba untuk masuk hutan. Baru beberapa meter kita sudah mendapati beberapa pohon tumbang melintang jalan. Beberapa penduduk setempat memberi tahu, kalau pohon tersebut sengaja ditumbangkan oleh pasukan brimob yang menjaga hutan, untuk mencegah pencurian sawit yang berada di sebelah hutan. Setelah beberapa pohon kita singkirkan agar jalan bisa dilalui, kita sampai di camp 27. Kata penduduk itu camp penjaga kayu, tapi setelah kita berhenti disitu kita tidak mendapati penjaga, hanya bangunan baru ditengah hutan yang usang karena tidak dihuni. Karena cek sana-sini tidak ada jalan mobil, kita berhenti di camp ini dan saya jalan kaki menyusuri jalan. Perasaan ngeri akan hadirnya binatang buas coba saya hilangkan dari diri saya, karena sebelumnya dapat kabar dari penduduk sekitar bahwa bulan lalu 2 penduduk terkena terkaman harimau. whuihhhh ngeri juga bo. Setelah cek sana dan sini kita tidak mendapati jalan, hanya ada satu jalan dan tidak bisa dilewati karena jembatan yang roboh. Saya coba kembali mobil yang diparkir di camp 27, ternyata sopir telah menunggu di dalam mobil. Sopir terlihat mimik ketakutan karena ketika tiduran di dalam selasar camp, dia mendengar bunyi yang sangat gaduh di dalam camp padahal di dalam tidak ada orang. Langsung kita beranjak pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah muter sana-sini, keluar masuk hutan kita tidak mendapati jalan untuk menuju lokasi bm yang akan kita pasang. Kita akhir memindahkan bm ini ke lokasi lain. Sore hari kita pulang dengan wajah penuh kelelahan. Sampai di basecamp, kita bercerita tentang perjalanan kita ke bapak tempat kita menyewa tempat. Begini kagetnya bapak itu, ketika menyebutkan kita sampai ke camp 27. Lokasi sekitar itu memang terkenal di penduduk sekitar dengan sedikit angker, hanya yang lebih angker adalah daerah selanjutnya. Disebutkan daerah itu namanya daerah Manggul, disana banyak terdapat sumur tua peninggalan belanda. Setelah saya pikir-pikir mungkin lokasi bm yang rencananya akan kita pasang mungkin terletak di daerah itu menelusuri jalan yang buntu akibat jembatan rubuh tadi. Phuih…..ngeri juga bo…
Akhirnya selesai juga pekerjaan ini . Tidak terasa 2 minggu terasingkan di hutan suban ini. Terima kasih kepada istriku yang selalu menelpon di waktu malam. Juga kru-kru project ini atas kerjasamanya yang hebat. Dan terakhir buat the titans, peterpan dengan tembang hitsnya yang membuat semangant setiap perjalanan memasuki hutan.

See u on the next jejak geodet….